Senin, 19 November 2012

Juragan Budak

Dibawah ini adalah ringkasan cerita Yazid tentang perbudakan di Timur Tengah yang diketahuinya atau yang pernah dia saksikan dengan mata-kepalanya sendiri.Yaitu disuatu tempat di salah-satu negara Arab[di luar Yordania] tepatnya di bagian utara Mauritania.
CERITA YAZID
[Waktu aku berkunjung ke suatu negara Arab di Afrika Utara untuk menengok sahabatku Abu Hamid, aku diajak bertandang ke rumah Zubair - seorang yang amat kaya. Zubair adalah kenalan sahabatku itu. Zubair dan Abu Hamid punya hubungan dagang. Tepatnya, Abu Hamid temanku itu adalah pemasok [supplier] buah-buahan untuk rumah-tangga Zubair.
Abu Hamid memang punya kebun yang luas.Ada kebun kurma dan ada kebun anggur, selain itu dia juga punya kebun tanaman lain yang hasilnya banyak disukai dan dikonsumsi oleh orang Arab. Seperti kismis, zaitun dan daun niknak [pepermint].
Sebagai orang kaya,Zubair punya rumah-tangga yang besar yang terdiri dari banyak orang.Tapi orang-orang itu bukanlah anak dan isterinya, melainkan budak-budak dan pengawal-pengawalnya.Menurut Abu Hamid,Zubair tidak beristeri.
Berbeda dengan di kalangan masyarakat Arab di Jazirah Arabia,dikalangan masyarakat Arab Maurice dan Arab Berber,jika ada laki-laki yang tidak ber -isteri hal itu dianggap biasa.
Di samping itu kebiasaan untuk menyodomi lobang-pantat laki-laki juga dianggap hal biasa.Menurut Abu Hamid,besar kemungkinan bahwa Kota Sodom dan Gomorrah yang diceritakan dalam Alkitab[The Holy Bible] terletak di wilayah tempat tinggal Zubair itu. Oleh karena itu di kalangan lelaki Arab Murice dan Arab Berber ada pemeo :"A girl is enjoyment and a boy is agony",artinya "Ngentot dengan gadis rasanya nikmat,ngentot dengan pemuda nikmatnya terasa sampai saat sekarat".
Di samping kelaziman kaum lelaki buat mengembat lobang-pantat sesama laki-laki - di wilayah itu perbudakan juga masih meraja-lela!Budak laki-laki dan perempuan bukan hanya dimanfaatkan tenaga-nya untuk bekerja di ladang,di peternakan dan di rumah tangga, tetapi juga di tempat tidur untuk sasaran pemuasan nafsu-sex [baik sex lain-jenis maupun sex sesama-jenis] dan pelampiasan nafsu sadis. Di pasar-pasar di wilayah itu,selalu ada saja yang berjualan alat untuk menyiksa budak, seperti cambuk, rantai, borgol atau alat-alat perbudakan lainnya.
Menurut Abu Hamid, rumah Zubair yang berhalaman luas terletak di luar kota.Meskipun sebagian dari wilayah itu dari waktu ke waktu berubah menjadi gurun pasir,tapi rumah Zubair terletak di daerah dimana tanaman masih bisa tumbuh.Seperti umumnya rumah-rumah di Timur Tengah dan Afrika Utara, rumah Zubair juga dikelilingi tembok tinggi bagai -kan sebuah benteng. Satu-satunya jalan masuk ke dalam lingkungan rumah Zubair adalah sebuah pintu gerbang yang mempunyai pintu dari besi.Di empat sudut komplex rumah Zubair ada menara jaga yang selalu dijaga oleh pengawal bersenjata api.
"HAREM" DAN KANCUT RANTAI
Di komplex bangunan rumah Zubair ada bagian-dalam yang juga dikelilingi tembok tinggi. Tempat ini adalah bagian rumah Zubair yang dilayani serta dirawat oleh budak-budak.Semua budak-budak milik Zubair selalu berada di bagian-dalam bangunan ini. Abu Hamid menyamakan bagian-dalam bangunan ini dengan "harem" yang ada di istana para sultan Arab dan Turki di zaman dulu. Karena Abu Hamid dekat dengan Zubair,maka Zubair sering diajak ke bagian-dalam rumah yang sangat pribadi itu. Di bagian-dalam rumah itu ada dua orang pengawal bersenjata dan enam orang budak laki-laki. Semua budak lelaki itu bertelanjang bulat. Mereka mengenakan "kancut rantai", yaitu kancut yang terbuat dari rantai yang bentuknya adalah "rangka" dari sebuah kancut. Jadi, kontol budak itu tidak tertutup.Tapi di bagian pinggang ada rantai logam yang berhubungan dengan rantai kearah selangkangan di bagian bawah pantat terus menyambung kedepan menuju samping kiri dan kanan kontol budak itu.Dari bagian samping kiri rantai kancut itu,ada sebuah pengunci[gembok]yang dapat mengetatkan atau melonggarkan rantai kancut itu.
Jika rantai kancut itu dieratkan maka otomatis kontol budak itu jadi tegang [ngaceng] sampai memerah dan berkilat-kilat kepala kontolnya, dan budak itu merasa nikmat,ingin mengocok kontolnya agar pejuhnya muncrat keluar! Puting susu budak itu juga jadi mengencang, tegang dan melenting[erektil],sehingga budak itu jadi ingin mengelus-ngelus puting susunya. Kontol budak itu ngaceng karena aliran darah di kontol dan sekitar panggul -nya dan didalam kontolnya terbendung.Oleh sebab itu,jika "kancut-rantai" itu diketatkan terlalu lama dapat membahayakan kesehatan dan jiwa budak sialan itu.Entah siapa yang telah menemukan atau menciptakan disain "kancut-rantai" sialan itu! Ta'i!
Dengan memasangkan kancut rantai di selangkangan budak-budaknya maka setiap saat Zubair [jika mau] bisa menikmati kontol mereka, tanpa Zubair harus merangsang kontol budak itu. Melainkan dia cukup mengencangkan kancut rantainya.Zubair bukan hanya suka menyodomi lobang pantat budak-budaknya,tapi sesekali dia juga berselera menjilati dan juga mengisap kontol budak Arabnya yang semuanya ber-ukuran besar sebesar ukuran kontol kuda Arab.
Untuk mencegah agar budak-budak Arab itu cepat dobol silitnya,maka budak-budak itu harus digilir dan Zubair juga harus "menghemat" silit mereka dengan sesekali mengisap kontol mereka jika dia ingin memeuaskan nafsu sex sejenisnya.Tidak bisa Zubair hanya memanfatkan lobang pantat mereka terus-terusan.
Kedua pengawal yang bertugas mengawasi budak-budak itu selalu menyandang senjata laras panjang dan di pinggangnya tergantung sebuah cemeti besar yang setiap saat siap dilecutkan sekeras-kerasnya ke tubuh budak-budak sialan itu, jika perlu atau jika pengawal-pengawal sialan itu berselera ingin menghajar atau melampiaskan nafsu sadis mereka ke tubuh budak-budak yang semuanya telanjang-bulat itu!
Menurut Abu Hamid, lima orang dari enam budak laki-laki Zubair adalah lelaki Arab yang berkulit putih,hanya satu orang di antaranya yang berkulit agak coklat, mungkin budak berkulit agak coklat itu berdarah campuran Arab-Afrika.
Tidak mudah mendapatkan budak lelaki Arab. Sebab, biasanya budak lelaki yang tersedia hanya budak lelaki Afrika. Bukan berarti budak-budak Afrika hitam tidak ada yang tampan.Banyak juga diantara mereka yang tampan,bertubuh kekar, dan kontolnya aduhai gedenya!
Untuk mendapatkan budak lelaki Arab yang berkulit putih, berwajah tampan, berkontol besar dan mau dikendalikan [dengan cambuk dan senapan] memang tidak mudah. Zubair harus memesan budak seperti itu dari para pedagang budak.Terkadang pedagang budak menculik pemuda remaja belasan tahun dari negara-negara Arab yang kaya di Jazirah Arabia, seperti : Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Dhoha atau Muscat. Para penculik harus memilih pemuda Arab belasan tahun yang berwajah tampan dan tidak gemuk.
Anak-anak Arab yang laki-laki[maupun perempuan] cepat dewasa.Anak lelaki Arab yang berusia 12-13 tahun banyak yang sudah tumbuh jembut dan sudah mimpi basah.Bahkan terkadang bulu ketek dan bulu dadanya[serta bulu perut] mereka pun sudah mulai mengijuk.
Supaya budak-budak lelaki itu jadi penurut dan mudah diperlakukan semau-mau majikannya untuk dientot mau pun dihajar dan disiksa, sejak awal diculik mereka sudah sering dipaksa melakukan sesuatu di bawah ancaman lecutan cemeti.
Abu Hamid juga sering melihat dengan mata kepala- nya sendiri bagaimana Zubair dan pengawalnya memanfaatkan tubuh budak-budak Arab itu untuk melampiaskan nafsunya. Tetapi Abu Hamid menolak menceritakannya secara rinci [detail] apa yang pernah dilihatnya :
"Haram!! Haram!", kata Abu Hamid, menutup cerita-nya]
EPILOG
Demikianlah cerita Yazid yang didengarnya dari Abu Hamid dan kemudian diceritakan kepadaku di Dili, Timor Leste, sewaktu Yazid bertugas jadi Tentara Perdamaian PBB.

3 komentar: