Senin, 19 November 2012

Hukuman Selingkuh

Out of desperation of unable controlling me as his slave, my Master applies harsh punishments and cruel procedure to discipline me. Fortunately I only submit myself as his slave three days in a week.So,I have time to lick my wounds and also to look for other sex opportunities. Because of my fooling around with handsome and muscular gays and my running wild for seeking gaysex my Master tried another measure. Initially he wanted to de-sex me, but later he decided to force cruel cum denial on me.
Bang Rizal [pacar dan Master-ku] sudah kehabisan akal. Liarnya aku melakukan hubungan sex sejenis dengan banyak cowok dinilainya terlalu berbahaya untukku dan untuk dirinya. Apalagi dengan makin rawannya penularan AIDS di Indonesia. Tetapi kebiasaanku minum jamu obat kuat serta latihan beban yang aku rajin lakukan setiap hari membikin produksi hormon sexku dan libidoku meningkat tak terbendung.
Tidak heran jika lecutan cemeti dan tempelan besi panas yang dilakukan Bang Rizal sebagai hukuman setiap kali aku ketahuan nyeleweng dengan cowok lain, tetap tidak mempan. Tetap saja aku menerima panggilan dan melayani booking cowok-cowok homo yang ganteng-ganteng wajahnya dan atletis tubuh-nya itu! Gilanya lagi, aku dan para partnerku tak pernah memakai kondom saat hubungan sex, baik di lobang pantat apalagi dimulut.
Padahal kalau Bang Rizal tahu psikologi diriku yang sudah lima tahun jadi budak [slave]-nya, sebetulnya mudah saja!. Dia cukup mengancam aku bahwa dia akan meninggalkan aku, pasti aku minta ampun, ketakutan, dan bahkan mungkin bunuh diri. Atau, bisa juga Bang Rizal justru menikmati acara menyiksa dan menghajar aku habis-habisan sampai kadang-kadang badanku berlumuran darah.
Pernah supaya aku kapok,aku dibikin de-sex. Yaitu dibikin habis tenagaku dengan dipaksa untuk onani terus-terusan.Ketika aku ketahuan oleh Bang Rizal aku mengajak main Trisna. Aku dibawa ke villa Pak Bagyo, disana disuruh telanjang bulat lalu dengan tangan keatas aku digantung dengan borgol dan rantai di langit-langit garasi villa. Karena aku setengah tergantung, berat badanku bertumpu di borgolku. Akibatnya pergelangan tanganku sakit sekali terjepit.Aku meringis kesakitan. Melihat aku tidak diapa-apakan meringis-ringis. Bang Rizal menjadi kesal dan menghajar dada dan pahaku dengan ayunan lecutan ikat pinggangnya [sakit sekali}. Dia tidak tahu pergelangan tanganku terasa nyeri karena terjepit borgol logam itu.
Setiap satu jam aku dicambuk dengan bullwhip atau cambuk sapi, lalu dipaksa onani.Aku diperlakukan begitu dari jam lima sore sampai jam lima pagi. Hawa Puncak yang dingin itu membikin kontolku mengkerut,tapi Bang Rizal tidak perduli.Aku harus onani setiap kali habis dihajar dengan cambuk. Aku masih bisa mengeluarkan pejuh sampai jam pukul 22 malam [lima kali muncrat]. Tapi setelah itu aku hanya bisa ngaceng dan tak ada apa-apa lagi yang keluar dari lobang kencing ku. Aku juga merasa lemesss sekali. Apalagi aku tidak diberi makan minum sama sekali oleh Bang Rizal.
Paginya, dalam keadaan aku menggigil kedinginan, badan penuh bilur dan lecet berdarah, lemes dan batuk-batuk aku dibebaskan. Disuruh mandi dan luka lecetku diobati dengan cara diolesi alkohol oleh Bang Rizal, supaya aku kepedihan!. Setiap kali luka lecetku diolesi alkohol dan aku kaget atau menggelinjang, Bang Rizal menghajar paha atau bokongku dengan ikat pinggangnya [sakit sekali!]. Tapi hukuman dengan cara de-sexing ini sama sekali tidak membikin aku jera. Dua hari kemudian sudah ada aktor ganteng yang minta dijilat dan diisap kontolnya, karena dia ganteng dan badannya berotot, aku tak bisa menolak.Untung saja perbuatanku tidak ketahuan Bang Rizal.
Tapi waktu Bang Rizal melihat aku menyetir mobil Michael dengan Michael ada disampingku.Dia habis kesabarannya [padahal waktu itu aku betul-betul hanya mengantar Michael dan tidak berhubungan sex]Bang Rizal mengajak Raymond ke Puncak untuk membantu menyiksa aku. Kebetulan memang Raymond termasuk orang sadis yang doyan sekali menyiksa sesama jenis. Jadi dia partner penyiksa yang baik untuk teman Bang Rizal.
Aku kembali digantung telanjang bulat. Kali ini mereka yang merangsang aku dengan macam-macam alat [dan siksaan], kalau sudah hampir orgasme. Mereka menghentikan rangsangannya atau mencambuki aku. Akibatnya aku selalu frustrasi karena hasrat-ku untuk memuncratkan pejuh dihalang-halangi.
Rangsangan itu dilakukan setiap jam sekali. Mula-mula aku masih tahan, tapi lama-kelamaan aku jadi blingsatan karena hasratku untuk mencapai puncak syahwat selalu dihalangi [cum denial].
Untuk pertama kali aku menjerit karena frustrasi. Mendengar jeritanku, Bang Rizal mengambil besi panas [tanpa cap] dan menempelkan di paha kiriku sebagi hukuman. Aku menjerit bukan hanya karena sakit tapi juga karena frustrasi karena ingin muncrat tidak bisa. Aku disekap tiga hari dan terus menrus disiksa begitu. Malam, hari ketiga, karena kelelahan aku tertidur, dalam keadaan tergantung dan telanjang bulat. Untunglah malam itu aku mimpi basah dan semua pejuhku yang tertahan muncrat berceceran di lantai garasi.
Paginya mencium bau sperma di garasi dan melihat ceceran pejuh, di lantai garasi, aku diinterogasi dengan kejam oleh Bang Rizal.Aku mengatakan bahwa aku mimpi basah, tapi dia tidak mau dengar. Dia bilang ada yang membantu aku ngeloco dan dia menghajar aku lagi sampai aku benar-benar tidak sadar. Tapi waktu aku sadar aku sudah di tempat tidur. Aku sudah diturunkan dari rantai siksa. Di tempat tidur itu Bang Rizal dan Raymond menyetrum badan dan kontolku dengan listrik sampai aku kejet-kejet, karena nyeri dan akibat kejutan listrik.Setelah itu, Bang Rizal mengancam dengan sungguh-sungguh bahwa kalau aku sampai ketahuan lagi hubungan sex dengan cowok lain aku akan dikebiri. Aku setengah mendengar setengah tidak karena masih mengantuk dan kelelahan tiga hari dihajar terus menerus, lalu tertidur.
Aku dibangunkan dengan cara menampar pipiku, lalu aku dipaksa ikut Bang Rizal dan Raymond jogging, sand-bag boxing dan weight lifting. Setelah itu aku dipaksa menghisap kontol Bang Rizal dan Raymond berganti-ganti dan lobang pantatku diembat gantian oleh mereka berdua. Aku tidak mengerti maksud atau tujuan 'siksaan' mereka yang terakhir ini! Mungkin mau menunjukkan bahwa Bang Rizal adalah Master-ku dan dia boleh melakukan apa saja yang dia suka terhadap aku.
Pulang dari Puncak aku tidak diobati [kecuali diolesi alkohol yang perih bukan main itu].Untung tidak ada luka yang kena infeksi dan sekarang badanku sudah mulus lagi. Hanya ada beberapa parut bekas luka cemeti berpaku saja yang tidak bisa hilang seumur hidup dari tubuhku yang ketat dan berotot ini.

3 komentar: