Selasa, 13 November 2012

Hati-Hati 1

Hati Hati!
Bagi para ABG homo yang telah menginjak usia 17 tahun, harap hati hati terhadap tawaran tawaran yang dapat membahayakan dirimu. Janganlah seperti diriku yang telah terlanjur menjadi budak sex akibat tidak hati hati dalam menandatangani sebuah kontrak yang semula menyenangkan tapi ujung ujungnya berbahaya bagi diri kita. Aku menulis ini awalnya untuk memberitahukan ke umum bahwa ada lembaga ilegal di Indonesia yang mengadakan penelitian menggunakan tubuh manusia yang masih hidup dalam penelitian, bagi yang membocorkan rahasia ini, sudah pasti akan mengalami hukuman yang menyakitkan dan akan aku alami setelah menulis cerita ini. Karena segala yang aku tulis ini telah di ketahui dan juga telah diperintahkan untuk disebarkan ke umum untuk pemberitahuan agar para ABG yang akan ditawari untuk siap siap di paksa menjadi korban penelitian gila ini. 3 bulan sudah diriku menjadi obyek penelitian di lembaga ini yang tidak tahu keberadaannya dimana, tetapi meskipun penuh dengan siksaan tapi apabila yang suka BDSM, akan menyukai penyiksaan ini seperti yang terjadi terhadap diriku. Namaku Rudy dan usiaku 17 tahun dengan tinggi 170cm dan berat badan 52 kg. Masih duduk dibangku sekolah menengah atas sebagai siswa yang biasa biasa saja. Soal tampang, banyak yang mengatakan aku imut dengan rambut cepak mirip tin tin, tubuhku kurus tapi berbentuk otot karena olahraga adalah makananku sehari hari sebagai atlet lari dan basket. Warna kulitku coklat gelap dengan bulu ketiak dan bulu di kontol tipis menghiasi tubuhku dan aku orang pribumi. Gay adalah tipe seks ku yang sudah aku ketahui semenjak aku di bangku menengah bawah. Orang tua sudah tidak ada dan aku tinggal sendirian di kota surabaya ini. Biaya hidupku dibayari oleh pamanku yang di Jakarta dan dia merasakan keberatan dalam membiayai aku, dan malah berharap supaya aku tidak membebani dia dan menyuruhku mandiri. Hal ini sudah aku kerjakan dengan menjadi pelayan cafĂ© di surabaya. 3 bulan lalu, tepatnya jam 4 sore, ketika aku setelah selesai latihan sepakbola tambahan untuk pertandingan ulangtahun sekolahku dan pulang menuju kost ku, ada sebuah van hitam mendekati diriku dan keluarlah seorang pemuda yang tampan dan ganteng banget keluar dari mobil bagian depan tersebut. Dia mendatangi aku dan menawarkan kerjasama penelitian dibidang Militer. Dia menjelaskan bahwa dia akan meneliti kemampuan terkuat orang dalam beraktivitas dan aku akan dibayar 3 juta selama 1 bulan dalam penelitian ini. Dia mengatakan penelitian ini rahasia dan aku akan diikutsertakan selama 2 bulan dan terus dia mengatakan bahwa dia tahu kalau aku gay dan peneliti ini yang bernama dokter Ferry yang ternyata gay juga, mengatakan suka terhadap diriku. Aku yang melihat ketampanan dokter Ferry, tentu langsung menandatangani kontrak yang di sodorkannya kepadaku tanpa membaca apa yang tertulis didalamnya. Lalu dia menyuruhku untuk masuk kedalam van hitam itu dan didalam van tersebut ada 3 orang berbaju hitam dan berkacamata hitam. Van tersebut tidak terdapat jendela sama sekali dan gelap sekali. Setelah aku masuk dan pintu van ditutup, aku dapat merasakan van tersebut berjalan cepat ke suatu arah yang aku tidak tahu. Tiba tiba, ketiga orang itu memegang tangan dan kakiku, spontan aku teriak dan meronta ronta tetapi mereka sangat kuat dan mereka merobek baju seragamku dan menelanjangi diriku lalu mereka memasang rantai di kedua pergelangan tanganku, kedua lututku dan kedua pergelangan kakiku. Rantai ditanganku diangkat oleh mereka diatas kepalaku dan dikaitkan di sebuah pengait diatas kepalaku. Lalu mereka mengaitkan rantai kakiku di pengait yang terdapat di bawah kaki. Mereka mengambil sebuah alat yang digunakan untuk membungkam mulutku dan memasangnya di mulutku.Aku tidak dapat menjerit tetapi cuman melenguh saja. Aku tidak dapat bergerak dan aku meronta ronta dan mereka membiarkan diriku meronta ronta. Sampai beberapa saat, aku kecapekan dan aku akhirnya mulai pelan pelan diam. Salah satu dari mereka mengatakan “binatang ini akhirnya diam juga, kecapekan keliatannya”. Salah satu dari mereka menyahut “berterima kasihlah dengan dokter ferry yang menciptakan kacamata yang bisa melihat dalam kegelapan ini, ya kita dapat mengerjakan tugas kita dengan baik karena kacamata ini”. Mereka bertiga tertawa keras dan seolah olah senang melihat aku tidak berdaya. Salah satu dari mereka (yang diketahui bernama Wahyudi dan dipanggil Yudi) mengangkat sebuah alat komunikasi dan menghubungkan dengan dokter Ferry inilah penggalan kalimat dari pembicaraan mereka: Yudi: Dok, binatang sebelahku sudah tenang karena kecapekan! Ferry: Hmmm, bagus kalo begitu Yudi: Dok, khan perjalanan jauh?, kami memerlukan hiburan nih! Ferry: oh! Khan binatang itu bisa dijadikan hiburan buat kalian? Yudi: Asik! Ok deh dok! Akan kita nikmati binatang ini Ferry: Nikmati saja pelan pelan, buat dia menderita lebih baik Yudi: OK deh dok! Perintah akan kami jalankan Ferry: sebentar! Jgn sampai terluka dan organ harus masih baik Yudi: tenang dok! Kita sudah prof kok! Ferry: ya sudah, lakukan yang kamu suka, Setelah mereka selesai, mereka bertiga bermusyawarah untuk menentukan siapa yang pertama kali menyiksa tubuhku. Ternyata Yudi duluan. Aku merasakan ada sebuah tangan yang mengelus elus pentilku. Lalu elusan itu turun melewati sekujur tubuhku dan berakhir di kontolku sambil sesekali aku merasakan kocokan pelan yang nikmat dan sebuah elusan juga tertuju di lubang kontolku. Lalu aku merasakan sebuah hidung menempel di ketiakku dan terdengar suara seseorang menghirup aroma bau ketiakku dalam dalam. Lalu Yudi berkata “orang ini sudah sering ML dan gigitan di kedua pentilnya adalah hal yang paling dia suka karena pentilnya keras dan kenyal. Tubuhnya kurus tapi penuh otot menghiasi tubuhnya, sungguh seksi sekali!, cocok dijadikan budak sex. Kontolnya lumayan besar (sambil menggenggam dan mengocok pelan pelan kontolku), pas dipegang dan lubang kontolnya cukup dimasukkan sebuah cock plug. Yang paling menarik adalah bau ketiaknya yang sangat menyengat. Terlihat kalau dia adalah orang yang jarang mandi dan tidak suka mandi rasanya. Dari baunya, orang ini sudah 2 hari tidak mandi dan tersiram keringat tubuhnya ditambah endapan keringat keringat sebelumnya, terjadilah bau menyengat yang sangat kita sukai”. Orang ini berbicara betul semuanya dalam pikiranku terbayang. Memang aku tidak suka mandi dan setiap 2 hari aku mandi, malah teman teman gay ku yang sering ML bareng aku meminta aku untuk tidak mandi lebih dari 2 hari malahan. Aku memang senang memamerkan bau tubuhku dan banyak teman gay ku yang mengatakan kalau bauku sangat jantan dan nikmat. Gigitan kasar di pentilku adalah hal yang aku suka tentunya selain orgasme berlebihan. Kontolku yang sering dikocok oleh teman teman gay ku yang rata rata semua tinggal di kostku sambil mereka menyodomi bokongku. Tiap siang maupun malam, kamarku selalu penuh bau amis sperma, karena setiap aku pulang sekolah selalu ada saja beberapa teman ku yang sudah masuk dan telanjang menunggu diriku pulang dari sekolah. Mereka selalu meminta ML dengan diriku dan aku malah senang dan terbiasa hal aneh ini setiap harinya. Yudi mulai menggarap tubuhku dan segala gigitan dan kocokan kasar menghiasi permainan ini. Gigitan dipentilku maupun cubitan sambil menarik narik pentilku secara kasar membuat kontol makin berdiri tegang. Yudi menarik pentilku dengan kasar sekali sampai sampai tubuhku mengikuti tarikan kasarnya. Jilatan yang tertuju di lubang kontolku, membuat ku melenguh panjang nan nikmat. Tubuhku betul betul dieksplotasi oleh dia sampai tidak tersisa. Rantai kakiku dilepas oleh dia dan kontolnya yang besar menyodok lubang pantatku, perih memang tapi aku sudah terbiasa dan aku menikmati sodokan itu. Setelah itu dia orgasme di lubang tenggorokanku, dia mengocok kontolku dan kocokannya kasar sekali sampai terdengar bunyi kocokan, aku melenguh kenikmatan dan berakhir dengan semburan sperma keluar dari kontolku. Lalu yudi berhenti mengocok kontolku dan mobil juga berhenti. Ternyata sudah sampai di suatu tempat. Pintu terbuka dan silau sekali, aku dapat melihat posisi tubuhku yang terikat dan keringat yang membasahi tubuhku dengan ceceran spermaku di sekitar perutku.lalu aku dilepas dan digiring kesebuah ruangan mirip mirip gudang dimana terdapat banyak lenguhan manusia anak laki laki yang masih seumuran dengan aku yang mengalami kenikmatan sex sebagai tenaga ujicoba atau binatang atau budak lebih tepatnya. Mereka ada yang mengalami orgasme dengan berbagai macam alat maupun ada yang ML dengan sesama manusia homo. Aku di giring ke sebuah meja seperti budak dan aku ditidurkan disana lalu tangan dan kaki ku dirantai di ujung ujung meja. Lalu dokter Ferry memerintahkan 3 orang ini untuk selama 24 jam, aku dirangsang secara seksual tapi tidak sampai orgasme. Mereka langsung menelanjangi tubuh mereka yang rata rata berotot kencang dengan kontol besar besar, mulai menggarap tubuhku dan menikmati persetubuhan ini. Mereka memasukkan kontol kontol mereka di lubang anusku secara bergantian sambil bergerak gerak menyodok dengan kasar dan ada yang memperkosa mulutku dengan cairan precumnya yang sudah melapisi kontol mereka dan aku merasakan asin dan bau nikmat dari kontol kontol mereka. 24 jam aku tersiksa dengan capek dan kepingin orgasme, lalu aku berhenti dan disuruh minum sebuah kapsul yang isinya terdapat berbagai macam gizi yang dapat mengenyangkan tubuh selama 1 hari. Dokter Ferry memerintahkan 3 orang ini untuk melakukan rangsangan sex lagi untuk 5 hari lamanya. Tentu dalam 5 hari tersebut ada jeda berhenti. Dan ketiga orang ini menikmatinya dan menyukainya. Rangsangan ini bisa merupakan sentuhan sentuhan alat dengan listrik tegangan ringan di daerah sensitif maupun disodomi oleh mereka bertiga atau dengan dildo bahkan alat penjepit pentil yang menjepit pentilku atau kocokan ringan yang dituju ke kontolku. Precum keluar deras dari kontolku dan aku mulai stress karena tidak dapat orgasme tapi hanya rangsangan rangsangan. Setelah 5 hari, badanku terasa capek dan mulai agak gila dengan tidak bisanya orgasme. Mereka senang melihat aku tersiksa dan mereka suka sekali memperkosa tubuhku sambil menyemburkan sperma mereka di atas tubuhku maupun di dalam mulutku. Mereka mengolesi tubuhku dengan sperma mereka yang kental dicampur keringat mereka dan keringatku. Dokter ferry menyuruh mereka berhenti merangsang dan menyuruh mereka mengambil alat alat untuk memaksa aku untuk orgasme. Alat itu adalah berupa tabung yang dapat bergerak gerak seperti mulut manusia dan menelan sperma kita dan mengalirkannya di sebuah tabung yang terdapat di alat tersebut. Dokter Ferry menyuruh mereka untuk memasang di kontolku ditambah alat rangsangan listrik yang diarahkan ke pentilku, pelerku, dan batang kontolku lalu mereka memasukkan dildo besi yang di aliri listrik ringan untuk menstimulasi kantong pejuh ku untuk menyemprotkan pejuh sebanyak banyaknya. Alat ini bekerja dengan baik dan membuat aku orgasme banyak tetapi dokter Ferry memasangkan alat ini untuk 6 hari dan setiap 3 jam berhenti untuk istirahat selama 1 jam, awalnya memang nikmat tapi kelamaan, membuat kontol ku linu dan terasa capek pegal pegal badanku. Penyiksaan ini tidak berhenti sampai 6 hari sesuai yang di tentukan. Sperma yang keluar di kontolku kadang banyak tapi tidak jarang pula cuman tetesan tetesan sperma saja. Setiap ejakulasi pasti aku menjerit sekeras kerasnya karena campuran nikmat dan penderitaan yang dialami tubuhku. Hal ini aku lakukan selama 3 bulan dan tubuhku sudah berpindah pindah tangan dengan berbagai macam alat maupun lelaki lelaki lain yang menyiksa diriku. 3 bulan lamanya aku tidak menyentuh air dan bau badanku sudah mencapai batas tidak wajar. Setiap hari keringat pasti mengucur deras di campur keringat para penyiksa yang menempel di tubuhku. Di tempat itu aku dinobatkan sebagai budak terbau dan budak terseksi. Banyak para penyiksa yang terkadang diam diam memperkosa diriku tanpa komando dari dokter Ferry. Mereka tidak tahan tatkala melewati meja dimana tubuhku yang terbaring tak berdaya terikat berada. Terkadang pada saat malam dimana waktu istirahat, para budak di masukkan ke sebuah kamar kecil dimana ruangan itu sepi dan pengap dengan lampu remang remang dan terdapat hanya rantai rantai yang terdapat di lantai yang membelenggu para budak pada saat tidur malam. Para budak tersebut dirantai seperti pada saat mereka berada di meja penyiksaan sehingga mereka tidak dapat melakukan tindakan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun tindakan bebas lainnya. Tubuh ini adalah milik negara untuk percobaan, sehingga kami tidak berhak bergerak bebas, semuanya di atur oleh dokter Ferry. Cap sebagai budak sex betul betul ditanam dalam diri kami, dan perlakuan sebagai budak juga sering terjadi terhadap kami. Suatu saat, mereka pernah melepaskan 20 orang budak termasuk aku lalu dimasukkan kesebuah ruangan besar dan disitu kami dikelilingi oleh 60-an pengawas, kami diperintah untuk saling ML dan akhirnya di susul dengan ML dengan pengawas dimana 1 orang digilir 3 orang. Rata rata, para pengawas memilih Ml dengan tubuhku dan sering sekali aku tidak di gilir 3 orang tapi bisa mencapai 8-10 orang. Hal ini selalu dilakukan tiap 1 minggu sekali. Kadang kalau ada pengawas yang ulang tahun, dia berhak memilih salah satu budak dari kami untuk diperlakukan sesukanya maupun disiksa sesukanya oleh dia (dengan syarat tidak mengalami cacat tubuh maupun meninggal) dan menjadi budaknya selama 1 minggu lamanya. Aku sering dipilih oleh mereka dan sering mereka terkadang menyiksa diriku. Mereka tidak segan segan mencambuk tubuhku meskipun tidak mengeluarkan darah tapi terasa panas, maupun menetesi cairan lilin panas di pentil maupun lubang kontolku. Memasukkan dildo besi dengan permukaan kasar juga kerap kali sering terjadi dan jepitan pentil yang menyakitkan sambil di aliri listrik juga sering terjadi. Rambutku maupun bulu bulu di tubuhku sudah habis dicukur oleh mereka. Mereka menyukai tubuhku yang mulus tanpa bulu dan bahkan mereka telah memaksa mentato tubuhku dengan tulisan BUDAK SEX NO 1 dipunggungku. Aku sudah tidak mungkin bebas, karena kontrak yang tidak aku baca itu menyebutkan kalau tubuhku adalah milik negara dan dipergunakan sebebas bebasnya untuk penelitian militer untuk waktu yang tidak ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan siksaan sadis terhadap manusia melalui sex yang berkepanjangan tanpa merusak korban yang di interogasi dan mengakibatkan frustrasi yang berlebihan tetapi tidak membuat korban menjadi gila. Kalau penyiksaan ini ditujukan terhadap manusia lelaki normal, tentu akan membuat frustasi meskipun terhadap orang homo pun, pasti menyebabkan frustasi yang berkepanjangan. Siksaan melalui sex adalah penemuan Dokter Ferry, dokter gila kalo bisa aku katakan. Aku akhirnya mencari celah untuk menuliskan pengalamanku ini melalui komputer di tempat ini, tetapi dokter Ferry menemukan aku dengan membawa 6 pengawas yang sudah telanjang kontol ngaceng berlumuran precum didekatku sambil menyiapkan rantai untuk menyeret aku. Aku sudah pasti akan diperkosa secara brutal dan sebentar lagi setelah selesai menulis aku akan disiksa secara seksual dengan menganggap aku seorang tahanan perang yang diinterogasi sebagai hukumanku. Siksaan ini adalah dipaksa orgasme tanpa istirahat selama 1 hari mungkin lebih dari itu sesuai keadaan yang diminta. Dokter ferry sekarang berada didekatku dan aku menduduki kontolnya karena itu adalah permintaannya, aku menulis ini pun akhirnya tidak dicegah oleh dia dan malah menyuruhku untuk menyebarluaskan sebagai sebuah cerita sex yang menarik. Aku tidak berani membantah karena suara dokter ferry adalah ketentuan nasibku di tempat ini. Dokter ferry adalah dokter yang ganteng tapi sadis. Dia menelanjangi dirinya, dan duduk dimana aku menulis cerita ini, lalu menyuruh aku menduduki kontolnya yang ngaceng sebagai bentuk penyodomian yang dia sukai. Sewaktu aku menulis cerita ini, tangan maupun mulutnya menikmati sekujur tubuhku. Mulai dari ketiakku sampai kontolku. Tangannya menarik narik pentilku dan tangan satunya mengocok kontolku yang sudah mengeluarkan precum sambil tubuh bagian bawahnya bergerak gerak naik turun sampai akhirnya aku merasakan dia menegang dan melenguh nikmat karena lelehan sperma keluar dari kontolnya. kontolku sudah berdenyut denyut dan akan muncrat. Dan ahhhh kocokannya kasar dan cepat dan akhirnya keluar juga spermaku mengalir di tanganku dan ini adalah tanda kalau aku akan disiksa dengan alat yang mengerikan. Ini adalah Dokter Ferry dan si budak Rudy itu akan disiksa bukan 1 hari tapi 7 hari sebagai bentuk hukumannya. Dia akan dipaksa orgasme berlebihan secara brutal sampai 7 hari kedepan. Salam bagi anak muda yang imut imut dan ganteng, aku akan mendapatkan kalian! Bersiaplah karena aku akan menikmati tubuh kalian dengan menyiksa kalian perlahan lahan dan yang pasti amat menderita. Aku akan melanjutkan cerita ini dan kalian dapat membaca sambil merasakan penyiksaan apa saja yang di hadapi Rudy. Aku harap kalian suka dan bersedia menjadi korban korban selanjutnya.

6 komentar: